Skip to content

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK USIA DEWASA

1.1 KARAKTERISTIK

A. Perkembangan Fisik/ Jasmani

Perkembangan fisik pada masa dewasa tinggi orang maksimal naik sekitar 2-3 cm kecuali dengan latihan- latihan luar biasa. Pertambahan berat badan terjadi pada orng dewasa karena faktor bawaan.

Usia dewasa muda merupakan usia secara fisik sangat sehat, kuat dengan cekatan dengan tenaga yang cukup besar tetapi sangat dipengaruhi dengan kemampuan ekonomi kebiasaan hidup serta pemeliharaan kesehatan, kemampuan ekonomi yang rendah makanan kurang sehat dan tidak bergiji kebiasaan makan tidak teratur merokok minuman keras, narkoba menurunkan kondisi kesehatan menimbulkan penyakit mengancam kehidupan.

B. Pekembangan Intelek

Kemampuan intelektual catel dan horn kecerdasan dapat dibedakan menjadi 2

yaitu :

a. Proses memahami hubungan , pembentukan konsep-konsep, nalar dan abstrak, yang tidak dapat mempengaruhi pendidikan dan kebudayaan

b. Penguasaan kecakapan yang khusus dipelajari

Tahap pemerolehan berlangsung pada anak dan remaja.

1. Anak remaja telah menguasaai keterampalan.

2. Tahap penguasaan

3. Tahap tanggung jawab

4. Tahap eksekutif

5. Tahap Reintegrasi

C. Perkembangan Moral

Ada tiga tingkatan perkembangan moral (menurut Kohl berg ) yaitu: tahap pra konveksi, konveksi dan pasca konveksi telah dicapai pada usia adolesen.

Menurut Giligan tahap-tahap perkembangan pada wanita dewasa :

  • Tahap 1. Orientasi terhadap keberadan diri.
  • Tahap 2. Kebaikan sebagai pengorbanan diri.
  • Tahap 3. Moralitas tidak berbuat kekerasan.

D. Pengembangan Karir

Pada adolesen banyak memanfaatkan waktu hidupnya,sampai dengan usia :

dewasa muda untuk mengikuti pendidikan lembaga-lembaga pendidikan perbedaan yang mencolok karir pria dan wanita disebabkan karena adanya persepsi bahwa derajat wanita lebih rendah dari pria. Fungsi wanita adalah mengurusi rumah tangga di rumah tangga, pandangan seperti ini telah berubah bahwa wanita mempunyai derajat yang sama dengan pria,wanita juga bisa berkarya diluar rumah.Realisasi persamaan derajat kaum wanita dengan pria memangbelum tercapai, pertama ,masih dalam proses, kedua dipengaruhi tingkat kemajuan yang dicapai kaum wanita sendiri.

  • Faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan orang dewasa yaitu :

1. Kekuatan fisik

Ada 7 kebiasaan hidup sehat yang perlu dilakukan oleh orang dewasa untuk

memelihara fisik, yaitu:

1. Sarapan pagi,

2. Makan secara teratur,

3. Makan secukupnya untuk memelihara berat badan yang normal,

4. Tidak merokok,

5. Tdak meminum minuman yang mengandung alkohol,

6. Olahraga secukupnya, dan

7. Tidur secara teratur 7-8 jam setiap malam.

2. Kemampuan motorik

Kemampuan motorik mempunyai hubungan yang positif dengan kondisi fisik

yang kuat dan kesehatan yang baik.

3. Kemampuan mental

Kemampuan mental dimiliki orang dewasa sangat penting kedudukannya dalam menyesuaikan diri terhadap tugas-tugas perkembangan, jauh melebihi pentingnya kemampuan motorik. Jelas menggambarkan adanya kemampuan mental yang baik dalam masa dewasa awal ( Artur T. Jersid, (1976 ).

4. Motivasi untuk berkembang

Motivasi untuk berkembang memiliki peranan yang strategis dalam perkembangan orang dewasa. Sebaliknya individu yang tidak memiliki motivasi untuk berkembang menjadi orang dewasa cenderung mengabaikan tugas-tugas perkembangan orang dewasa yang harus dikuasainya

5. Model peran

Faktor lingkungan orang dewasa sangat berpengaruh terhadap perkembangan orang dewasa. Mempunyai model peran yang di teladaninya mereka memperoleh motivasi untuk mencontoh perilaku sesuai ketentusn yang dianut oleh masyarakat orang dewasa

 

 

4.2 PERBEDAAN INDIVIDUAL ORANG DEWASA

A. Perbedaan Dalam Minat

1. Minat pribadi

Minat pribadi orang dewasa menyangkut kehidupan seseorang tertentu, dapat

menyebabkan bersifat egosentris.

  1. Penampilan

Penampilan fisik yang diminati baik pria maupun dewasa meliputi tinggi badan, dan berat badan serta raut wajah.

b. Pakaian dan perhiasan

Mempunyai makna sebagai simbol status menentukan tinggi rendahnya status seseorang dalam kelompoknya.Bahkan menjadi penentu tingkat sosial ekonomi orang tersebut.

c. Uang

Orang dewasa lebih tertarik pada uang karena uang dapat memenuhi kebutuhannya.

d. Agama

Banyak faktor yang ikut menentukan kuat tidaknya rasa keagamaan orang dewasa secara umum adalah :

  • Jenis kelamin
  • kelas sosial
  • lokasi tempat tinggal
  • latar belakang keluarga
  • minat religius teman-teman
  • pasangan dari iman yang berbeda
  • kecemasan akan kematian
  • pola kepribadian

2. Minat rekreasi

Ada beberapa sebab utama rekreasi menjadi masalah :

ü  Pertama sewaktu masih sekolah disediakan bagi mereka dengan biaya rendah.

ü  Kedua orang tua maupun guru-guru mendesak mereka agar mengikuti

 berbagai bentuk rekreasi sebagian penting dari kehidupan.

ü  Ketiga sekolah memberikan bimbingan dan petunjuk-petunjuk serta mengawasi kegiatan rekreasi sehingga anak memperoleh kepuasan yang menyenangkan.

3. Minat sosial

Beberapa faktor yang mempengaruhi minat dan aktivitas sosial orang dewasa adalah sebagai berikut :

a. Mobilitas sosial

b. Status sosial ekonomi

c. Layanan tinggal dalam satu kelompok masyarakat

d. Kelas sosial

e. Lingkungan

f. Jenis kelamin

g. Umur kematangan seksual

h. Urutan kelahiran.

 

Witherington menunjukkan lebih terperinci manifestasi dari indikator-indikator perilaku inteligen sebagai berikut:

1. Kemudahan dalam menggunakan bilangan

2. Efisien dalam berbahasa

3. Kecepatan dalam pengamatan

4. Kemudahan dalam mengingat

5. Kemudahan dalam memahami hubungan

6. Imajinasi

 

1.3 KEBUTUHAN

Ada lima kebutuhan-kebutuhan orang dewasa menurut Maslow adalah

1. Kebutuhan yang bersifat biologis

2. Kebutuhan rasa aman

3. Kebutuha-kebutuhan sosial

4. Kebutuhan akan harga diri

5. Kebutuhan untuk berbuat yang terbaik

Ada empat kebutuhan orang dewasa menurut Morgan yaitu ;

1. Kebutuhan untuk melakukan suatu aktifitas

2. Kebutuhan menyenangkan orang lain

3. Kebutuhan untuk mencapai hasil

4. Kebutuhan untuk mengatasi kesulitan.

Murray dan Edwads mengemukakan lima belas kebutuhan orang dewasa:

1. Kebutuhan berprestasi untuk mencapai hasil yang baik

2. Kebutuhan rasa hormat

3. kebutuhan keteraturan

4. Kebutuhan memperlihatkandiri

5. Kebutuhan otonomi

6. Kebutuhan afiliasi

7. Kebutuhan intrasepsi

8. Kebutuhan berlindung

9. Kebutuhan donminan

10. Kebutuhan merendah

11. Kebutuhan memberikan bantuan

12. Kebutuhan perubahan

13. kebutuhan ketekunan

14. Kebutuhan heteroseksualitas

15. Kebutuhan agresi

  • Berikut adalah tugas-tugas perkembangan masa dewasa

a. mengembangkan sikap wawasan dan pengalaman nilai-nilai agama

b. Memperoleh atau memulai suatu pekerjaan,

c. Memilih pasangan

d. Mulai memasuki pernikahan

e. Belajar hidup berkeluarga

f. Mengasuh dan mendidik anak

g. Mengelola rumah tangga

h. Memperoleh kemampuan dan kemantapan karir

i. Mengambil tanggung jawab atau peran sebagai warga masyarakat

j. Mencari kelompok sosial yang menyenangkan

  • Tugas-tugas perkembangan masa dewasa madya

a. memantapkan pengalaman nilai-nilai agama

b. Mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga egara

c. Membantu anak yang sudah remaja untuk belajar menjadi orang dewasa

d. Menerima dan menyesuaikan diri dengan pperubahan yang terjadi pada aspek pisik.

e. Memantapkan keharmanisan hidup keluarga

f. Mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir

g. Memantapkan peran-peran sebagai orang dewasa.

  • Tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa lanjut ( masa tua )

a. Lebih memantapkan diri dalam mengamalkan norma atau ajaran agama.

b.Mampu menyesuaikan diri dengan menurunnya kemampuan fisik dan kesehatan.

c. Menyesuaikan diri dengan masa pensiun dan kekurangannya penghasil keluarga.

d. Menyesuaikan diri dengan kematian pasangan hidup

e. Membentuk hubungan dengan orang lain yang sama

f. Memantapkan hubungan yang lebih harmonis dengan anggota kelurga (anak, menantu, dan cucu)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Sumantri, Mulyani dan Nana Syaodih, 2005, Perkembangan Peserta Didik, Jakarta: Pusat Penerbit UT.

http://massofa.wordpress.com/2008/01/14/perkembangan-anak-usia-sekolah-menengah/

 

Pengertian Agama

Ada tiga istilah yang dikenal tentang agama, yaitu: agama, religi dan din.
Secara etimologi, kata agama berasal dari bahasa Sangsekerta, yang berasal dari akar kata gam artinya pergi. Kemudian akar kata gam tersebut mendapat awalan a dan akhiran a, maka terbentuklah kata agama artinya jalan. Maksudnya, jalan untuk mencapai kebahagiaan.
Di samping itu, ada pendapat yang menyatakan bahwa kata agama berasal dari bahasa Sangsekerta yang akar katanya adalah a dan gama. A artinya tidak dan gama artinya kacau. Jadi, agama artinya tidak kacau atau teratur. Maksudnya, agama adalah peraturan yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan yang dihadapi dalam hidupnya, bahkan menjelang matinya.
Kata religi–religion dan religio, secara etimologi — menurut Winkler Prins dalam Algemene Encyclopaedie–mungkin sekali berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata religere atau religare yang berarti terikat, maka dimaksudkan bahwa setiap orang yang ber-religi adalah orang yang senantiasa merasa terikat dengan sesuatu yang dianggap suci. Kalau dikatakan berasal dari kata religere yang berarti berhati-hati, maka dimaksudkan bahwa orang yang ber-religi itu adalah orang yang senantiasa bersikap hati-hati dengan sesuatu yang dianggap suci.
Sedangkan secara terminologi, agama dan religi ialah suatu tata kepercayaan atas adanya yang Agung di luar manusia, dan suatu tata penyembahan kepada yang Agung tersebut, serta suatu tata kaidah yang mengatur hubungan manusia dengan yang Agung, hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam yang lain, sesuai dengan tata kepercayaan dan tata penyembahan tersebut.

Berdasarkan pengertian tersebut, maka pada agama dan religi terdapat empat unsur penting, yaitu:
1) tata pengakuan atau kepercayaan terhadap adanya Yang Agung,
2) tata hubungan atau tata penyembahan terhadap yang Agung itu dalam bentuk ritus, kultus dan pemujaan,
3) tata kaidah/doktrin, sehingga muncul balasan berupa kebahagiaan bagi yang berbuat baik/jujur, dan kesengsaraan bagi yang berbuat buruk/jahat,
4) tata sikap terhadap dunia, yang menghadapi dunia ini kadang-kadang sangat terpengaruh (involved) sebagaimana golongan materialisme atau menyingkir/menjauhi/uzlah (isolated) dari dunia, sebagaimana golongan spiritualisme.
Selanjutnya, kata din–secara etimologi–berasal dari bahasa Arab, artinya: patuh dan taat, undang-undang, peraturan dan hari kemudian. Maksudnya, orang yang berdin ialah orang yang patuh dan taat terhadap peraturan dan undang-undang Allah untuk mendapatkan kebahagiaan di hari kemudian.

Oleh karena itu, dalam din terdapat empat unsur penting, yaitu:
1) tata pengakuan terhadap adanya Yang Agung dalam bentuk iman kepada Allah,
2) tata hubungan terhadap Yang Agung tersebut dalam bentuk ibadah kepada Allah,
3) tata kaidah/doktrin yang mengatur tata pengakuan dan tata penyembahan tersebut yang terdapat dalam al-Qur`an dan Sunnah Nabi,
4) tata sikap terhadap dunia dalam bentuk taqwa, yakni mempergunakan dunia sebagai jenjang untuk mencapai kebahagiaan akhirat.
Sedangkan menurut terminologi, din adalah peraturan Tuhan yang membimbing manusia yang berakal dengan kehendaknya sendiri untuk kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan di akhirat.

Berdasarkan pengertian din tersebut, maka din itu memiliki empat ciri, yaitu:
1) din adalah peraturan Tuhan,
2) din hanya diperuntukkan bagi manusia yang berakal, sesuai hadis Nabi yang berbunyi: al-din huwa al-aqlu la dina liman la aqla lahu, artinya: agama ialah akal tidak ada agama bagi orang yang tidak berakal,
3) din harus dipeluk atas dasar kehendak sendiri, firman Allah: la ikraha fi al-din, artinya: tidak ada paksaaan untuk memeluk din (agama),
4) din bertujuan rangkap, yakni kebahagiaan dan kesejahteraan dunia akhirat